Saturday, May 1, 2010

dedicated to you both....

when any of us was born,
though it was difficult for you both,
you both would smile and maybe cry of joy for Allah's gift.

when any of us made you stayed in hospital after your C-section for a whole month,
though it troubled you both,
you both endured it whole-heartedly and was just grateful that your child was born healthy.

when any of us was naughty,
though in your hearts you felt sad seeing your child crying,
you both had to punish us to discipline us.

when any of us got sick, no matter from fever, appendicectomy or super bad food poisoning,
though sometimes you were sick as well,
you both would be by our side taking care of us throughout the night.

when any of us were schooling,
though you were super tired from hospital calls at night or handling household matters,
you both would wake up early in the morning to get us ready and send us to school.

when any of us was going to have an exam,
though you had lots of other matter to deal with,
you both were there to motivate us into studying.

when any of us was on exam day,
though you were busy,
you both would find time to pray for us at home or the mosque.

when any of us had tuition,
though you were exhausted,
you both would still go back and forth sending and picking us up.

when any of us was getting result on that day,
though you were nervous yourself,
you both would tell us that it would all be fine to calm us down.

when any of us fail in anything,
though you were sad deep down inside,
you both would not show even the slightest bit of disappointment and say it's not the end of the world.

when any of us achieved anything,
though you noticed that we did not thank you,
you both would just smile and say 'we are happy for you child'.

when any of us is having our birthday,
though you weren't given present during yours,
you both would go all the trouble to find us the best presents.

when any of us went to boarding school,
though you were sad that your child would apart from you,
you both would support, advice and sent us with open heart and prayers in your heart.

when any of us was going abroad for studies,
though you would only get to see us just once a year,
you both would go through all the trouble preparing and sending us off and feeling a lifetime worth of proud for us.

when any of us needed money,
though you worked hard to earn and save it,
you both would just agree and quickly run to the bank to send it straight away.

when any of us were craving for any food from overseas,
though you were busy,
you both would run to shops buying the food and the post office to post a whole box with variety of food.

when any of us wanted to buy a car,
though it was expensive,
you would agree to support us financially if that was what we really want.

when any of us had troubles in our lives,
though you already gave us lots of advices on the matter,
you both would the first ones running and coming to our rescue.


despite all the things you both have done for us,
you never do them asking for something in return,
all you ever hope for was our HAPPINESS....
you are our MAK & ABAH....

MAK & ABAH,
from the bottom of our hearts
thank you, thank you, thank you....
we don't know what have we done in our lives,
to deserve you both,
you are our inspiration to show that
love can be unconditional........
we realize now that with all you both have done,
though we might use to think that some was bad for us,
adding up with your tender loving care,
and sincere, warm hearts,
are the recipe to what we are today....

Ya Allah, my one and only Rabb,
please bestow upon them your forgiveness, love & happiness,
for their forgiveness, love & happiness towards us, amin....

Tuesday, April 13, 2010

iman naik & turun...

alhamdulillah, i came across this artikel from APIS's website and LOVING it!!! moga dapat jadi pedoman to all reading it....

MENURUNNYA KEIMANAN ITU, BUKAN ALASAN UNTUK BERSEDIHAN...
Iman sifatnya Yazid wa yanqus. Yazid berasal dari perkataan zada bermaksud tambah. Yanqus berasal dari perkataan Naqasa bermaksud berkurang. Iman itu sifatnya bertambah dan berkurang, naik dan turun.

Itulah dia resminya kita. Hamba Allah SWT.

Ada masa terjatuh juga. Ada masa tersungkur juga.

Dan bila jatuh dan tersungkur itu, jiwa akan sedih meronta-ronta.

“Kenapa begini? Kenapa begini?” Kita akan tertanya-tanya. Seakan-akan kita merasakan betapa amal kebaikan kita tidak bermakna. Amal, amal, amal kemudian berdosa semula. Buat baik, buat baik, buat baik, nanti tersungkur juga.

Akhirnya kita memilih untuk meninggalkan kebaikan. Katanya sudah tiada harapan.

Sebenarnya, kita tidak mengerti bahawa, di dalam kejatuhan iman itu sendiri, ada hikmah besar yang tersembunyi.

Orang-orang yang beriman bukan sempurna

Orang yang beriman itu tidak sempurna. Walaupun dia beriman kepada Allah SWT, tetap ada waktunya dia akan tersungkur jatuh melakukan kesilapan. Adakala kesilapannya besar, adakala kesilapannya kecil. Hatta orang-orang yang alim dan kelihatan seperti malaikat juga ada waktu-waktu kurangnya. Tinggal terzahir atau tidak sahaja.

Ini dibuktikan dengan kisah Abu Dzar RA dan Bilal bin Rabah RA. Apabila satu ketika, Abu Dzar RA memanggil Bilal: “Hoi Anak Hitam” dan kemudian Rasulullah SAW menegur: “Wahai Abu Dzar, sesungguhnya pada dirimu masih ada jahiliyyah”

Ya. Ada kalanya kita dah rasa stabil, rasa keimanan kita meninggi, ada kalanya kita akan terleka dan terlalai. Lantas alpa menolak kita ke gaung kesilapan.

Dan ketahuilah, kesilapan itu sendiri adalah satu ujian.

Dan di dalam ujian itu ada hikmah yang besar daripada Ar-Rahman.

Hikmah satu kejatuhan

Ada kata-kata hikmah berbunyi:

“Hanya si buta mengetahui nikmatnya melihat, hanya si mati mengetahui nikmatnya kehidupan”

Di sinilah tersembunyinya hikmah yang besar mengapa Allah SWT menjadikan keimanan manusia itu berbentuk naik dan turun.

Supaya manusia belajar menghargai keimanan mereka.

Manusia yang telah menyentuh kelazatan iman, apabila mereka tersasar dari landasan keimanan itu, mereka akan rasa kekosongan, rasa kekurangan. Di sinilah bagi yang jiwanya sensitif, akan bangkit segera memperbaiki diri. Dan apabila mereka bangkit, mereka akan bangkit dengan lebih tinggi dari sebelum kejatuhan mereka.

Allah mencipta kitaran Iman sedemikian rupa, agar yang terbaik mampu dihasilkan.

Sebab itu, bumi ini tidak diberikan kepada malaikat untuk mentadbirnya. Tetapi Allah berikan kepada manusia yang pasti akan melakukan kesilapan, tertarik-tarik antara kebaikan dan kefasadan untuk metadbirnya.

Hal ini kerana, hanya yang pernah jatuh, mengetahui kepentingan berada di tempat yang tinggi. Justeru, manusia yang beriman apabila mereka jatuh, mereka akan rasa sebahagian besar kenikmatan hidup mereka tertarik keluar. Di sini, Allah menguji mereka, Allah menapis mereka.

Siapakah antara hamba Allah yang terbaik dalam melangkahi ujian ini?

Dan orang yang benar keimanannya akan bangkit. Bergerak. Memperbaiki diri dan meningkat lebih tinggi.

Hanya orang yang keimanannya palsu, akan terus tunduk dan berputus asa. Jatuh lebih ke bawah dari yang sebelumnya.

Lihatlah Mereka itu

Kembali kepada kisah Abu Dzar, apabila dia ditegur oleh Rasulullah SAW tadi, dia bingkas meletakkan wajahnya ke tanah. Menjerit meminta Bilal memijaknya. Hatinya gentar dengan keimanannya yang menurun. Lantas bergerak memperbaiki dirinya. Dan kita mengetahui bahawa Abu Dzar adalah antara sahabat termulia di sisi Rasulullah SAW.

Lihatlah pula kepada Ka’ab bin Malik, apabila beliau terleka hingga meninggalkan Peperangan Tabuk. Lantas dia sedar akan kesilapannya, tidak pula dia putus asa untuk menjadi baik apabila Rasulullah menghukumnya. Bahkan dia menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya, hingga Allah menurunkan ayat Al-Quran secara terus mengampunkannya.

Lihatlah pula kepada Umar Al-Khattab, dia pada suatu hari membawa Taurat untuk dijadikan rujukan dan Rasulullah SAW marah kepadanya. Selepas itu lihatlah Umar bagaimana dia bergerak menjadi seorang yang sangat tegas atas Al-Quran dan Sunnah. Menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Lihatlah pula kepada Handzalah dan Abu Bakr RA, apabila mereka merasakan diri mereka telah terlalai dari mengingati Allah SWT, lantas mengumumkan bahawa diri mereka telah menjadi munafiq dan menangis-nangis kecewa. Ditegur oleh Rasulullah SAW bahawa perkara itu adalah biasa jika ianya tidak berpanjangan. Dan lihatlah kemudiannya di mana tempat mereka di dalam keimanan. Naik lebih tinggi dari sebelumnya.

Oh, apakah orang-orang yang jatuh itu tidak melihat, bahawa kejatuhan mereka itu hakikatnya adalah pengajaran halus daripada Allah SWT?

Penutup: Bila jatuh, jangan kecewa. Lekas naik semula jangan banyak bicara

Justeru, bila jatuh, bila melakukan kesilapan, bila melakukan dosa, jangan pula rasa tersangat kecewa hingga tiada harapan langsung untuk kita.

Lihatlah betapa hakikatnya, kejatuhan itu adalah untuk mengajar diri kita, mendidik jiwa kita, agar lebih menghargai keimanan kita, menghargai hubungan kita dengan Allah SWT.

Kejatuhan itu sendiri, adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya untuk memberikan peluang kepada mereka tertingkat dengan lebih tinggi lagi.

Maka jangan banyak bicara, jangan berduka terlalu lama, bangkitlah dengan mengambil pengajaran apabila jatuh itu.

Biar bangkit lebih tinggi dari kebangkitan sebelumnya.

Friday, February 26, 2010

Saturday, February 20, 2010

10 positive thing for today....

1. still alive & a muslim (with iman alhamdulillah)

2. ExploRace for the juniors went very well....super fun

3. had great barbeque for lunch in Kak Wardiah's house.....nyum2x...

4. dpt mkn pasta sedap made by Hani & Farah......

5. met Kak Yani after such a long summer break...miss her lots!!!

6. met a new friend, Lana, architecture student.......

7. complimented as being radiant & kulit 'ketat' by seniors.....thanx to ProActive!!!!

8. still have blood running down my veins for the mosquitoes to suck them out......

9. got to eat my beloved dark chocolates & reading the sweet messages written on the wrapper...

10. had SHARING IS CARING session with seniors...thanx everyone!!!

p/s: trying my best to be more appreciative towards what is happening in my everyday life....always felt that i haven't been thankful enough to Allah for what He has bestowed upon me throughout my life for more than 21 years......


ALHAMDULILLAH!!!

Wednesday, January 20, 2010

smile again & again....& again

a group of girls from Malaysia went for a holiday together in Singapore after almost 2 years of not seeing each other.....within the one day trip, there was this funny conversation (to anyone who understands it, that is)......

Girl 1: the 'mat salleh' guy smiled at me just now....(muke penoh dgn ke-perasan-nan)
Girl 2: ye ke? what's with the the english speaking?
Girl 1: oh well, i'm from ENGLAND...
Girl 2: hahahahahahahha....perasan siot...
Girl 1: so i smiled again....(dgn confident)
Girl 2: smiled again??? bkn 'smiled back' ke??
Girl 1: sorry, i'm from FRANCE (tetibe je)

mungkin x lawak ble bace je.....but if korg ade kt tmpt kejadian, it was totally hilarious with all the facial expression n stuff.....



p/s: thanx girls for such a wonderful trip!!! it was simply an unforgettable journey...cant wait to do this again when we are 41.....(yapoo jgn nk buat lawak bangang psl walking distance dh ye???)

Friday, January 1, 2010

al-fatihah.....

who knew....the same time aku tgh seronok shopping, my dearest friend, Hidayati Hassan telah menghembuskan nafasnya yg terakhir......Allah lebih menyayangimu wahai sahabatku....to all chesco o2o6, i'm dedicating this song as a tribute to her.....insyaAllah, she will be always alive in our heart within our memories.....

Telah tiba saat waktu kau tinggalkan kami
Kerana takdir Yang Maha Esa telah menetapkan
Sedih rasanya hati ini bila mengenangkan
Kau sahabatku kau teman sejati

Tulus ikhlasmu luhur budimu
Bagai tiada pengganti
Senyum tawamu juga katamu
Menghiburkan kami
Memori indah kita bersama
Terus bersemadi
Kau sahabatku kau teman sejati

Sudah ditakdirkan kau pergi dulu
Di saat kau masih diperlukan
Tuhan lebih menyayangi dirimu
Ku pasrah di atas kehendak Yang Esa

Ya Allah
Tempatkannya di tempat yang mulia
Tempat yang diKau janjikan nikmat
Untuk hambaMu

Sahabatku
Akan kuteruskan perjuangan ini
Walau kutahu kau tiada di sisi

Perjuangan kita masih jauh beribu batu
Selagi roh masih di jasad hidup diteruskan
Sedih rasa hati ini mengenangkan dikau
Bagai semalam kau bersama kami

Moga amanlah dan bahgia dikau di sana
Setangkai doa juga Fatihah terus kukirimkan
Moga di sana kau bersama para solihin
Kau sahabatku kau teman sejati

Telah tiba saat waktu kau tinggalkan kami
Kerana takdir Yang Maha Esa telah menetapkan
Sedih rasanya hati ini bila mengenangkan
Kau sahabatku kau teman sejati


p/s: you will always be remembered in my heart....al-fatihah.....

welcome 2010....

just wanna share something i read from the newspaper today....loved every word....

Some people hate
Some people love

Some people are procrastinators
Some people act now

Some people love to point fingers
Some people love to extend their hands

Some people question every answer
Some people have an answer to every question

Some people hate to lose an argument
Some people love to win hearts

Some people want to change
Some people want to be the change

Some people are blind except to their own colour
Some people are colour blind

Some people are proud to belong to their race
Some people take pride in belonging to the human race

This New Year, it is not about who is perfect and who is not. It is about sharing One Legacy & One Destiny. Because to build a great nation we must learn to see the perfections in the imperfections....

HAPPY NEW YEAR!!!

lets make this year better than last year....lets start new good habits rather than keeping old bad habits......